Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

HAKIKAT, TEORI, DAN METODE RESEPSI SASTRA

Gambar
Hakikat Resepsi Sastra Resepsi sastra adalah pendekatan penelitian sastra yang tidak berpusat pada teks semata. Karena teks sastra bukan satu-satunya objek penelitian, pendekatan ini tidak murni meneliti sastra. Teks sastra diteliti dalam kaitannya dengan pengaruhnya, yakni bagaimana pembaca menerima teks tersebut. Oleh karena itu, dasar pemikirannya adalah bahwa teks sastra ditulis untuk disajikan kepada pembaca. Secara definitif, resepsi sastra berasal dari kata Latin recipere dan bahasa Inggris reception, yang berarti penerimaan atau penyambutan pembaca. Menurut Ratna (2008:165), resepsi diartikan sebagai pengolahan teks dan cara-cara pemberian makna terhadap karya sehingga pembaca dapat memberikan respons terhadapnya. Pradopo (2013:206) menyebut estetika resepsi sebagai estetika yang didasarkan pada tanggapan-tanggapan atau resepsi pembaca terhadap karya sastra. Teeuw (2003:204) berpendapat bahwa resepsi sastra adalah ke...

SEJARAH SYAIR HASSAN BIN TSABIT

Gambar
  SEJARAH SYAIR HASSAN BIN  TSABIT قَرَأْنَا فِي الضُّحَى وَلَسَوْفَ يُعْطِيْك فَسَــــرَّ قُـــلُوْبـَـنَا ذَاكَ العـَـطَاءُ وَأحْــسَنُ مِنْكَ لـَمْ تـَرَ قـطُّ عَـيْنِي وَأجْـمَلُ مِـنْكَ لَـمْ تَلِدِ النِّسَـــاءُ حَاشَـــاكَ يَا رَسُــــوْلَ اللهِ تـَــرْضَى وَفِـــــيْنَا مَـنْ يُعَــذَّبُ أوْ يُسَــاءُ خُــــــلِقْتَ مُـــبَرَّءًا مِــنْ كُلِّ عَيْبٍ كَأنَّــكَ قَدْ خُلِـقْتَ كَــمَا تَشَـــاءُ نـَـــــِبيٌّ هـَـــاشِــمِيٌّ أبـْـطَحِيٌّ شَـــمَائِلُهُ السَّـــمَاحَةُ وَالـْـوَفَاءُ  Hasan Bin Tsabit   Nama lengkapnya adalah Abu Walid Hasan bin Tsabit al Anshari, penyair Rasulullah, pujangga muhadramin dan termasuk Bani Najjar penduduk Madinah. Dia termasuk sahabat yang mempunyai kemampuan dalam berpuisi. Karena berasal dari kaum yang dikenal sebagai kaum yang punya cita rasa puisi yang bagus. Maka tidak mengherankan jika kemudian Hasan bin Tsabit mempunyai bakat itu, karena dia hidup pada dua masa, yaitu jahiliyah dan Islam. Dibesarkan di zaman jahiliyah dan ...

SEJARAH SASTRA ARAB SYAIR PERIODE JAHILLIYAH

Gambar
  SEJARAH SASTRA ARAB SYAIR PERIODE JAHILLIYAH Perkembangan syair Pada Masa Jahiliyah Menurut pandangan bangsa Arab syair adalah sebagai puncak keindahan dalam sastra. Sebab syair itu adalah suatu bentuk gubahan yang dihasilkan dari kehalusan perasaan dan keindahan daya khayal. Karena itu bangsa Arab lebih menyenangi syair dibandingkan dengan hasil sastra lainnya. Para penyair pada zaman jahiliyah mewakili kelas terdidik (intelegensia), karena syair dalam bahasa Arab memiliki arti al-‘Ilm (pengetahuan); dikatakan Laita Syi’ri berarti Laita ‘ilmi (semoga ilmuku) dan Asy’arahu bin al-Amr berarti A’lamahu (memberitahukan suatu persoalan), oleh karena itu, asy-Sya’ir berarti al-‘Alim (orang yang mengetahui), yakni orang yang mengetahaui sesuatu yang tidak diketahui. Dalam Al-Quran kata yasy’urukum mempunyai arti ya’lamukum (mengetahui), seperti pada ayat  “dan apakah yang menjadikan kamu tahu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak beriman” (QS. 6: 109).   Sebab itulah m...