Sastra Siber dan Estetika Zaman Digital: Ketika Kata Bertemu Layar
By : Azra Fahrinnuha Pendahuluan Sastra hari ini bukan lagi milik buku tebal di rak perpustakaan. Ia sudah menyeberang ke layar HP, muncul di TikTok , Wattpad , Twitter , atau Instagram . Inilah yang disebut sastra siber karya sastra yang lahir, dibaca, dan berkembang di dunia digital. Kita hidup di era ketika like, share, dan comment ikut menentukan nasib karya. Menulis puisi bukan lagi kegiatan sunyi di pojok kamar; ia bisa viral, jadi konten, bahkan diadaptasi ke film. Fenomena ini bikin dunia sastra terasa lebih hidup, tapi juga lebih kompleks. Pertanyaannya: bagaimana sebenarnya wajah sastra di dunia siber ini? Apa kelebihannya, tantangannya, dan dampaknya buat budaya baca generasi digital ? Diskursif Sastra Siber Sastra siber pada dasarnya adalah sastra yang hidup di dunia maya. Ia bisa berupa cerita di Wattpad, puisi di Instagram, atau fiksi interaktif di website. Menurut N. Katherine Hayles (2008), teks digital tidak bisa dipisahkan dar...